Labels

Sunday, November 3, 2013

Hukum Mengulang Umrah dari Tan’im

(ditulis oleh: Penjelasan: Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani)
Nabi n bersabda:
“Boncengkan saudara perempuanmu ‘Aisyah, umrahkan dia dari Tan’im. Apabila engkau sampai di bukit maka perintahkanlah dia untuk melakukan ihram. Sesungguhnya itu adalah umrah yang diterima.” (Shahih, HR. Al-Hakim. Adz-Dzahabi mengatakan bahwa sanadnya kuat. Diriwayatkan pula oleh Ahmad, Abu Dawud dan lainnya, sebagaimana diriwayatkan juga oleh Al-Bukhari dan Muslim dari jalan Abdurrahman bin Abu Bakr c secara ringkas)
Dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim disebutkan:
“Ini sebagai pengganti umrahmu.”
Dalam riwayat ini ada isyarat tentang alasan perintah Nabi n kepada ‘Aisyah untuk melakukan umrah setelah haji. Berikut ini penjelasannya:
‘Aisyah telah berihram dengan niat umrah ketika hajinya bersama Nabi n… Tatkala sampai di Sarif –sebuah tempat di dekat Makkah– ia mengalami haid, sehingga tidak dapat menyempurnakan umrah dan tahallul dari umrah dengan melakukan thawaf di Ka’bah. Dan ‘Aisyah telah mengatakan kepada Nabi n: “Sesungguh-nya aku telah berniat umrah, maka bagaimana yang harus aku lakukan dengan hajiku?” Beliau n menjawab: “Lepaskanlah ikatan kepalamu, sisirlah dan berhentilah dari umrah. Lalu niatkan haji dan lakukan seperti apa yang dilakukan oleh jamaah haji, tetapi engkau jangan thawaf dan jangan shalat sampai engkau suci.” ‘Aisyah pun melakukannya…
(Setelah selesai, ‘Aisyah mengatakan, -pent): “Orang-orang kembali dengan haji dan umrah. Sementara aku kembali dengan haji saja?” Sementara Rasulullah n adalah orang yang memudahkan urusan, bila Aisyah menghendaki sesuatu maka beliau n menurutinya. Rasulullah n pun mengutusnya bersama saudara laki-lakinya, Abdurrahman, sehingga berihram untuk umrah dari Tan’im.

Thursday, October 31, 2013

Tips Membina Rumah Tangga yang Sakînah

Penulis: Buletin Al Ilmu Jember
Setiap insan yang hidup pasti menginginkan dan mendambakan suatu kehidupan yang bahagia, tentram, sejahtera, penuh dengan keamanan dan ketenangan atau bisa dikatakan kehidupan yang sakinah, karena memang sifat dasar manusia adalah senantiasa condong kepada hal-hal yang bisa menentramkan jiwa serta membahagiakan anggota badannya, sehingga berbagai cara dan usaha ditempuh untuk meraih kehidupan yang sakinah tersebut.

Thursday, October 24, 2013

Dowlnload Kajian MP3 TANYA JAWAB Para Ustadz-Ustadz Salaf

Al-Ustadz Muhammad Assewed
1-Tanya jawab tentang Penyimpangan Surury oleh Ustadz Muhammad Assewed.
Dengarkan Langsung disini Penyimpangan-Al-Ustadz_muhammad-Tanyajawab-ttg-Surury-al-iitishom,-Jakarta-27-05-2006.mp3
1(a)-menjaga ukhuwah dngn keikhlasan 
2-Nasehat untuk para pengikut Sayyid Quthub.
3-Apakah Sistim kerajaan saudi termasuk sunnah? oleh ustadz Muhammad Assewed.
Dengarkan Langsung disini
Apakah-Sistem-Kerajaan-Saudi-Termasuk-Sunnah---Ust-Muhammad-Umar-As-Sewed.mp3
4-Tidak_Diterapkan_Sunnah-Tanya jawab
Dengarkan Langsung Disini
Ustadz_Muhammad_Assewed-Tidak_Diterapkan_Sunnah-Tanya_Jawab.mp3
5-2)Tanya jawab tentang Penyimpangan Surury oleh Ustadz Muhammad Assewed.
Dengarkan Langsung Disini
2-Penyimpangan ustadz_muhammad-Tanya jawab-ttg-Surury-al-iitishom,-Jakarta-27-05-2006.mp3

Sunday, October 20, 2013

Download Audio ”Penyakit yang Akan Mengancam Generasi Muda Kaum Muslimin”

http://tukpencarialhaq.files.wordpress.com/2013/02/bismillahirrohmanirrohim2.gif?w=271&h=75
Berikut ini rekaman Kajian yang di sampaikan oleh Al Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak Pada Acara Kajian Rutin yang di adakan pada hari Jum’at 12 Rabi’uts Tsani 1434 H yang bertepatan dengan tanggal 22 Februari 2013 di Ma’had Riyadhul Jannah Bojong,Mudah-mudahan bermanfaat dan di persilahkan untuk menyebarkan rekaman kajian tersebut untuk kepentingan Da’wah bukan untuk tujuan komersiI

Friday, October 18, 2013

Do’a/Bacaan yang Shahih Saat Menyerahkan dan Menerima Zakat

zakat2005

 Doa Ketika Berzakat

Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad al-Makassari
 Sebagian ulama menyatakan disunnahkan bagi pemilik zakat untuk berdoa saat menyerahkan zakatnya. Menurut mereka, doanya adalah:
“Allahummaj’alhaa maghnaman walaa taj’alhaa maghraman.” (Ya Allah, jadikanlah zakat ini bermanfaat bagiku dan janganlah engkau menjadikannya sebagai kerugian)
Mereka berdalil dengan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah rahimahullah. Namun, hadits ini dihukumi sebagai hadits palsu oleh al-Albani dalam Dha’if Sunan Ibni Majah no. 1797 dan Irwa’ al-Ghalil no. 852, karena sumber periwayatannya adalah al-Bakhtari bin ‘Ubaid yang tertuduh pendusta. Wallahu a’lam.

About us